Archive Februari 2019

How Important Sleep?

Oleh : Indah Gustiani
*Mahasiswi Uin Ar-Raniry Banda Aceh serta Staff BPPK Wilayah VII

 

Tubuh merupakan keseluruhan struktur fisik organisme yang berfungsi dalam membantu setiap individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam melakukan tugas atau pekerjaan, tentunya setiap individu akan mudah merasakan lelah, lesu ataupun lemas di sekujur ubuh.

Tidur merupakan salah satu sarana untuk mengistirahatkan tubuh dari rasa lelah. Rasa lelah yang ada dalam tubuh merupakan hasil dari banyaknya aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Perlu diketahui bahwa tidur bukan hanya waktu untuk beristirahat, akan tetapi manfaatnya tidur sangat penting untuk kesehatan, fungsi emosional, mental, dan keselamatan. Tidur dalam waktu 6-7 jam sehari akan memberikan kualitas tidur yang baik dan memberi pengaruh positif terhadap tubuh saat terjaga.

Akan tetapi beberapa individu mengalami gangguan dalam waktu tidur. Hal tersebut dapat mengganggu dan membuat individu menjadi kurang produktif. Menurut survei National Sleep Foundation (NSF) di Amerika (dalam Rafknowledge, 2004), orang-orang yang mengaku punya kesulitan tidur dilaporkan lebih sulit berkonsentrasi, sulit menyelesaikan sejumlah tugas, dan sedikit menjadi emosional dan mudah marah. Di samping itu, kehilangan waktu tidur diketahui sebagai penyebab ketidakseimbangan dalam menerima tugas yang melibatkan memori, dan pembelajaran. Bahkan gangguan tidur yang serius dapat menyebabkan hipertensi hingga berujung pada kematian.

Pentingnya tidur untuk meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan psikis, membuat individu harus menciptakan kualitas tidur itu sendiri. Kesulitan tidur dapat diatasi dengan berbagai teknik. Salah satu teknik yang dapat membantu membuat seseorang menjadi lebih mudah tidur adalah dengan menggunakan terapi relaksasi. Terapi relaksasi merupakan terapi psikologis yang mendasarkan teori-teori behavior (perilaku) dalam praktiknya. Terapi ini dapat dilakukan dengan orang-orang yang expert seperti psikolog atau psikiatris. Inti dari terapi ini adalah belajar untuk menegangkan dan mengendurkan otot-otot serta memperhatikan rasa tegang pada tubuh sehingga timbul kenyamanan (Soewondo, 2003). Hal tersebut dapat dilakukan secara berulang sehingga seorang individu dapat tidur dengan lebih mudah.

 

Referensi:

Rafknowledge. (2004). Insomnia & Gangguan Tidur Lainnya. Jakarta: Gramedia.

Soewondo, S. (2003). Modul Latihan Relaksasi. Jakarta: Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia.